Sampai lupa mencintai diriku.
Padahal untuk mencintaimu,
Aku butuh diriku.
Tapi kalau kamu melakukan hal yg sama,
Aku tak perlu melakukannya.
Cukup kamu yg mencintaiku,
Maka aku akan fokus mencintaimu.

Catatan Penting dan Nggak penting Defrez

Butuh perjalanan jauh hingga buku ini sampai ke tangan pemiliknya sekarang. Pun cerita yg bergulir jauh berkilometer menyertainya di perjalanan.
Rectoverso. Hanya takdir yg berhak mengatakan alasan memilihnya dari sekian banyak cerita. Dialah yg telah membawa hati pergi dan menemukan buku bersampul hijau ini di rak bukunya. Tanpa suara, seakan berkata.. "Ambillah kisahmu ini".
Ya, Begitulah Rectoverso mengambil bagian dalam cerita. Mengucapkan yg tak terucap. Dalam lirih. Dalam sesak yg tak ingin diungkapkan dalam kata-kata.
Hanya ingin mengucapkan tanpa suara...
Mengirimkan melody yg terus bergema sendiri di kepala...
Untuk sebuah kalimat singkat yg entah terucapkan atau tidak...
"Ya, aku mengerti"
Masing-masing dari kita, berbahagialah!

Aku tahu kenapa bersamamu adalah hal yg tersulit untuk diwujudkan.
Tuhan cemburu aku terlalu mengingatmu!
Aah... Andai saja Tuhan bersedia kurayu.
Ugh! percuma.
Tuhan pasti lebih dulu tahu aku hanya gombal.
Tapi Tuhan...
Emm..
Tak jadi sajalah.
Aku memang hanya ingin menggombal.

Tahukah.. Dari semua hal yg kurindukan tentangmu...?
Tawamu adalah hal terfavorit yg kugilai...
Ingin kuberteriak sekeras mungkin menggemakan tentang aku yg merindu...
Tapi merindukanmu dalam diam...
Hal terfavorit yg lebih kugilai dari tawamu...

Orang yg kukenal, bukanlah dia yg kukenal...
Candanya tak lagi terdengar...
Tak lagi...
Tidak lagi...
Orang yg kukenal, bukanlah dia yg kukenal...
Suaranya yang dulu kudengar setiap hari, merindukannya pun kini tak bisa...
Tak lagi...
Tidak lagi...
Orang yg kukenal, bukanlah dia yg kukenal...
Aku tak lagi mengenalnya..
Bertegur sapa pun membuat ragu...
Orang yg kukenal tak lagi menjadi dirinya yg kukenal...
Dia menjadi asing..
Kembali asing seperti saat tak pernah bertemu..
Orang yg kukenal, bukanlah dia yg kukenal...

Why must be a Rectoverso?
It`s like us and its writer is Dewi Lestari. She was known as Dee and We are D :).
A story that only explained by Birthday greeting as opening and closing between a 22nd y.o at different year. It`s not like a tale that happy ending. It`s just a little story that unique by 2 person at 22 y.o birthday, 2+22=24=2D/BD=BirthDay. Forget about B4 and X, I don`t wanna explain about B4, cus it`s show where you are and about the X=10 i really miss that time. U know that, we start from 6th of all mounth`s date and same its over. 24:6=4=D too. It`s unique by its numbers. But such as another story, every story has their ending. However you can`t believe, only one you can do just stand to face it and make your heart believe, yes it is.
I still believe that we met for some reason that best :)
*you know, this writing idea come at 22. Impossible* hahaa...



| Pengen foto sendiri bareng mas cosplay, eh tau tau di foto muncul 3 orang ini hahaaa :D |
| Kiri ke kanan : Kak Buya, Gulali Girl :D, Gusti, Kak Sapiq, Kak Hafil |
| Ini aku kenapa, ya -_-" |

Akhir-akhir ini Deff lagi kecewa banget sama beberapa temen-temen lama Deff.. Pasalnya beberapa minggu yang lalu temen sekampus Deff yg dari prodi lain ceritanya pergi ke Jawa buat pertemuan apa nggak ngerti juga, yang pasti berhubungan sama organisasi prodi mereka. Nah, ternyata disana itu mereka ketemu sama temen-temen lama Deff yang juga ikut pertemuan yang sama. Entahlah gimana mereka memulainya sampai akhirnya mereka nyeritain tentang Deff sama temen sekampus Deff. I don't care tentang apapun yang mereka bicarakan selain satu hal yang bikin Deff kecewa, mereka nyeritain tentang cita-cita Deff yang udah susah payah Deff lupain itu -_-" dan dengan menyebalkannya temen sekampus Deff yg mereka kasih tau itu ngejadiin bahan becandaan tentang itu.
Ngerti nggak sih kalo semua itu sama sekali nggak lucu? Itu bukan lelucon!
Lu kira gampang ngelupain sesuatu yang lu pengen banget dari kecil tapi nggak bisa lu raih, yang udah bikin keoptimisan lu terkikis, semangat lu menipis dan bikin lu merasa jadi pecundang??!! Lu kira gampang move on dari itu semua??!! Seenaknya aja ngingetin kembali tentang itu semua! Deff kecewa berat..
Tapi diantara mereka berdua, satu orang yang ternyata juga punya cita-cita yang sama udah mengerti dan nggak lagi ngejadiin hal itu sebage lelucon, tapi satunya... Tadi malam dia masih tertawa tanpa dosa. Whaddaf**k!!! *Sorry*
Dan buat temen-temen lama Deff, i hope u read these and understand...
Just imagine about changing ur position in me....

Dewasa itu bukan keharusan
Dewasa itu adalah pilihan
Memaksakan kedewasaan atas diri orang lain itu bukan kebenaran
Benar tapi menyiksa? Itukah yg disebut benar?
Biarkanlah pemilik diri yg menjadikan dirinya dewasa atas pilihannya
Menjadi pembimbing bukankah itu terdengar lebih baik?
Berbekal bujuk ajak penuh kelembutan yg mendamaikan menarik hati perlahan dalam kepastian.. Indah...
Dewasa itu luas
Implementasinya pun sama
Menghargai pendewasaan dan kedewasaan dalam pemahaman yg benar
Menghargai, dihargai...
Berharga :)

Harus tetap hidup dalam keinginan besar akan kematian yang damai itu seperti raga tanpa jiwa.
Mati...
Dia memang damai, karena dengan mati semua tentang dunia akan terbebaskan dari jiwa yg kembali....
Tapi saat dunia masih menuntut dan mengikat akan tanggung jawab di dalam hidup, maka sang jiwa pemuja kematian pun tak akan bisa meninggalkan raganya dalam rasionalnya...
Beruntunglah jiwa-jiwa itu karena mereka lebih berharga dari jiwa-jiwa yg pergi karena raganya dipisah paksa....
Setidaknya mereka akan mempunyai kedamaian tanpa embel-embel kewajaran akan kematian....

Ini berkisah tentang seorang hamba yang kurang ajar pada tuannya.
Hamba yg terlalu manja
Hamba yg tidak mengerjakan perintah tuannya
Hamba yang meninggalkan tuannya
Tapi sang Tuan yg dengan kasih sayangnya yg tanpa batas selalu mengejarnya...
Tapi si kurang ajar masih tetap berlari
Dalam jarang dia menengok ke belakang...
Dia tahu tuannya mengejar...
Tapi ego kurang ajarnya bersikeras untuk tetap berlari...
Kadang si kurang ajar lelah
Kadang dia juga terjatuh
Dalam hatinya dia berharap tuannya akan membantunya
Tapi hati kurang ajarnya terlalu gengsi untuk meminta
Nuraninya pun mulai terpengaruh kekurangajarannya
Tapi si kurang ajar masih tetap percaya...
Tuannya sangat sayang padanya...
Karena jauh di nurani terdalamnya yg tak terjamah oleh kekurangajarannya, dia percaya tuan tetaplah tuan baginya.
Namun kekurang ajar yg bukan hasil dari kurangnya ajaran itu terlalu congkak!
kekurangajaran yang timbul murni dari logika yang dirasuki roh bengis keegoisan yang merusak..
Mengganas merasuk jiwa, menyatu bak bagian yg enggan dipisah..
Dengan segenap kekuatan yang hanya terhimpun dari gigi yang bertangkup erat bersama rahang-rahang yang mengeras, masih terus meneriakkan dalam hatinya...
"Tuan, aku lelah. Tolong aku. Aku hanya ingin bermanja padamu... Tak bisakah semuanya dipermudah? aku janji akan mengikuti semua perintahmu, tuan. Kabulkanlah atau aku tak akan berhenti berlari"
Si kurang ajar tahu, Tuannya yang memiliki segalanya bahkan dapat mendengar apa yang tidak dikatakan mulut gengsinya yang tak berguna.
Dan lewat hatinya pulalah, tuannya berkata dengan lembut. "Sesungguhnya segala sesuatu yang tidak mudah untukmu adalah cara terbaikku memanjakanmu. Bukankah pedang yang indah bermula dari besi yang sama dengan besi lainnya? yang membuatnya berbeda adalah proses sulit yang dilaluinya. Sama halnya dengan ketidakmudahan yang kau lalui. Aku tak ingin memanjakanmu hanya sebagai besi. Aku ingin kau menjadi pedang yang indah. Indah dalam arti sesungguhnya sebagai hamba"
Karena sesungguhnya, tuanmu tidak akan membiarkanmu mengaku setia hingga kamu diuji olehnya..

